Latest Post

Apa jadinya seorang anak tanpa bapak? Bagaimana si Guppy kecil tanpa bapak? Bapaknya kemana? Ke jonggol atau ke ....

Jual Jual Guppy,  Harga Jual Guppy,  Toko Jual Guppy,  Diskon Jual Guppy,  Beli Jual Guppy,  Review Jual Guppy,  Promo Jual Guppy,  Spesifikasi Jual Guppy,  Jual Guppy Murah,  Jual Guppy Asli,  Jual Guppy Original,  Jual Guppy Jakarta,  Jenis Jual Guppy,  Budidaya Jual Guppy,  Peternak Jual Guppy,  Cara Merawat Jual Guppy,  Tips Merawat Jual Guppy,  Bagaimana cara merawat Jual Guppy,  Bagaimana mengobati Jual Guppy,  Ciri-Ciri Hamil Jual Guppy,  Kandang Jual Guppy,  Ternak Jual Guppy,  Makanan Jual Guppy,  Jual Guppy Termahal,  Adopsi Jual Guppy,  Jual Cepat Jual Guppy,  Kreatif Jual Guppy,  Desain Jual Guppy,  Order Jual Guppy,  Kado Jual Guppy,  Cara Buat Jual Guppy,  Pesan Jual Guppy,  Wisuda Jual Guppy,  Ultah Jual Guppy,  Nikah Jual Guppy,  Wedding Jual Guppy,  Flanel Jual Guppy,  Special Jual Guppy,  Suprise Jual Guppy,  Anniversary Jual Guppy,  Moment Jual Guppy,  Istimewa  Jual Guppy,  Kasih Sayang  Jual Guppy,  Valentine  Jual Guppy,  Tersayang Jual Guppy,  Unik Jual Guppy,


Ikan Guppy jantan akan menjadi Ayah setelah setidaknya 10 bulan setelah mereka mati. Tim peneliti menjelaskan bahwa setelah terjadi perkawinan, Guppy betina bisa memilih apakah ingin dibuahi sekarang atau nanti.

Jika Guppy betina memutuskan untuk menunda kepemilikan anak sementara waktu, maka gamet (sel tempat pembentukan organism baru) disimpan dalam tubuh Guppy jantan. Sehingga, ikan Guppy jantan memiliki peranan yang sangat penting yakni menjaga telur yang akan digunakan untuk proses pembuahannya kelak agar tetap hidup.

Dikutip Softpedia, Senin (17/6/2013), ikan Guppy betina seringkali menunda kepemilikan anak sampai menemukan habitat baru yang dirasa aman untuk memproduksi generasi penerusnya. Rupanya, hal ini dilakukan untuk menghasilkan keragaman genetik.

Wikipedia menjelaskan, Ikan Guppy (Poecilia reticulate) merupakan salah satu spesies ikan hias air tawar yang paling populer di dunia. Ikan ini dapat dengan mudah menyesuaikan diri di berbagai habitat air.

Alih-alih bertelur, ikan gupi mengandung dan melahirkan anaknya (livebearers). Setelah ikan betina dibuahi, daerah berwarna gelap di sekitar anus yang dikenal sebagai ‘bercak kehamilan’ (gravid spot) akan meluas dan bertambah gelap warnanya.

Ternyata memang siklus kehidupan si jantan dan si betina guppy memang begitu, mereka betul-betul menjaga calon anaknya hingga tumbuh dengan baik ditempat yang baik pula. Ikan ini bisa jadi contoh buat kita semua.

Semoga bermanfaat.

Guppy juga bisa sakit loh, guppy juga butuh kompres agar sehat kembali. Bagaimana caranya, yuk simak salah satu penuturan pembudidaya ikan guppy ini tentang menyembuhkan ikan guppy.


Masalah utama dalam proses budidaya, tak terkecuali budidaya ikan hias guppy adalah penyakit. Penyakit tersebut biasanya disebabkan oleh kualitas air yang buruk.

Menurut pembudidaya ikan guppy di bilangan Kalideres, Jakarta Barat, Iman, sedikitnya ada 5 jenis penyakit yang kerap menyerang ikan guppy. Dikatakan Iman, penyakit ikan guppy yang pertama adalah saprolegnia (jamur air tawar). 

“Penyakit ini berbentuk bercak-bercak putih yang meyerang pada kulit ikan. Untuk mengobatinya masukan ikan yang sakit kedalam tempat yang telah diisi dengan satu galon air yang telah diberikan 2 tetes alkohol metapen. Langkah selanjutnya berikan garam dapur dan biarkan beberapa saat,” beber Iman.

Penyakit kedua adalah penyakit bengkak. Ikan yang terserang penyakit ini, akan tampak gelisah dan badan yang tampak lebih besar karena kembung. Untuk meyembuhkanya ialah dengan cara mengisolasi ikan ke dalam satu galon air yang telah dibubuhi 2 sendok penuh garam Inggris. 

“Diamkan selama 4 atau 6 jam. Setelah sembuh dapat dikembalikan ke tempat semula,” ujar Iman.

Penyakit guppy ketiga adalah jamur mulut. Ciri ikan yang terkena jamur mulut mudah dilihat dari warna putih yang terletak di depan mulutnya. Jika ikan guppy-nya menderita penyakit ini, biasanya Iman menggunakan aureomycin 25 mg untuk 1 galon air tambahkan 1 tetes obat merah dan 2 tetes metopen. 

Penyakit guppy lainnya adalah penyakit insang. Ciri ikan yang terkena peradangan insang biasanya insang membuka, malas makan dan selalu di atas permukaan air. Penyakit ini disebabkan oleh beberapa bakteri dan jamur dan paling sulit untuk diatasi. 

Dan terakhir, adalah penyakit kembung. Iman mengatakan, ciri-ciri guppy yang terkena peradangan perut antara lain ikan tampak sulit berenang ke dasar.

“Cara mengatasinya berikan 1 sendok teh garam Inggris tiap 1/2 liter air, dan rendam ikan selama 3 sampai 4 jam, kemudian pindahkan ikan ke dalam tempat yang ketinggian airnya 3 kali tinggi badan ikan,” pungkas Iman.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Jauh banget kalau harus ke Medan untuk berkenalan dengan Guppy? Emang guppy ngga punya FB, BBM, atau w.a gitu.  Hahaha

"Pasalnya masih banyak masyarakat yang belum mengenal aku, makanya aku minta di kenalkan," Kata Guppy.

Dan hanya beberapa orang yang bisa ngomong sama guppy, salah satunya komunitas di Medan ini yang memang niat mengenalkan jenis-jenis guppy ke masyarakat.

Menurut Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang pada situs ini.
Berawal dari pertemanan di Facebook, Hendry, Andra, dan Wisnu membentuk Komunitas Pecinta Guppy Medan.
Menurut Hendry, ikan kecil hias ini telah lama dikenal oleh masyarakat. Namun, katanya, masyarakat Medan hanya mengetahui jenis ikan guppy jerman saja atau yang sering disebut Gupjer.

Komunitas Pecinta Guppy Medan

"Masyarakat Medan hanya mengetahui ikan guppy Jerman. Padahal masih banyak lagi ikan guppy dengan 40 jenis," katanya, Senin (25/1/2016).
Menurut Hendry,  di antara semua guppy, Albino Full Red adalah yang paling indah. Warnanya merah di seluruh badan dan ekornya yang kembang membuat pasaran ikan ini lebih mahal, mencapai Rp500 ribu rupiah hingga Rp3,5 juta rupiah.

Baginya, lebih menarik memelihara ikan hias berukuran kecil  dibandingkan ikan yang berukuran besar. Selain hemat ruang, keindahan ikan hias kecil lebih beragam.
Komunitas yang baru dibentuk Januari 2016 ini punya skeretariat di Jalan Masjid Raya, Medan. Dalam komunitas ini, mereka saling berbagi informasi tentang ikan guppy terkhusus perawatan yang baik untuk mengembangbiakkan ikan guppy. Mereka juga dengan senang hati memberikan informasi terkait guppy ke orang lain.
Komunitas ini berharap dapat bergabung dengan komunitas lain dan dapat dikenal publik. 

Saya adalah salah satu pecinta seni, sering corat-coret di kanvas juga, bisa dibilang melukis abstrak, aabbssttrraakk banget! saking abstraknya orang ga bisa baca maknanya hahaha. Alih-alih bisa nongkrong di pameran, nongkrong di kamar seminggu saja sudah ingin dibuang.

Wajar saja tidak begitu bagus, saya sadar diri kalau jelek dibandingankan dengan lukisan-lukisan lain. Tapi kalau di bandingkan dengan ikan guppy?? Hahaha (ketawa gila)






Di situs ini menerangkan bahwa pada tanggal 8 Februari 2016 ada pameran ikan guppy di Depok, Solo, Jawa Tengah. Delapan jenis ikan Guppy dipamerkan oleh Komunitas Istana Guppy Solo di Pasar Ikan Depok Solo, Jawa Tengah, Senin (8/2). “Delapan jenis ikan itu antara lain ada Red Singapore, Mozaic, Black Moscow,Grenn Red Dragon, dan lain-lain,” sebut Ketua Istana Guppy Solo, Ikho Sulistio di Pasar Ikan Depok Solo.

Ikho mengatakan, melalui pameran itu masyarakat bisa tertarik untuk memeliharanya. Pasalnya, ikan dengan warna dan ekor yang indah ini baru sedikit dipelihara maupun dikenal oleh masyarakat.

“Ikan Guppy ini merupakan jenis ikan yang hidup di air tawar. Sehingga perawatannya juga mudah. Bahkan, dengan perawatan yang baik ikan jenis ini bisa bertahan hingga tiga tahun lamanya,” ungkapnya.

Ikan Guppy, kata Ikho bisa dibudidayakan melalui akuarium. Sebab, sekali bereproduksi bisa mengasilkan sampai ratusan butir telur. Untuk pakannya bisa diberikan pelet sehari dua kali, yakni pagi dan sore.

“Selain melakukan sosialisasi, kami juga telah menjual ikan guppy melalui system online. Karena peminatnya masih sedikit. Kalau tidak hobi memelihara ikan ini tidak mungkin akan membelinya,” bebernya.

Adapun harganya bervariasai, mulai dari Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Bahkan, jika ikan tersebut menang dalam perlombaan harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

Dijelaskan, Komunitas Istana Guppy Solo memiliki sebanyak 2.000 orang tersebar di wilayah Yogyakarta dan eks Karesidenan Surakarta. Meliputi Solo, Sukoharjo, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, Sragen dan Boyolali.

Jika tertarik untuk mengetahui secara detail tentang bagaimana membudidayakan ikan guppy bisa datang langsung ke sekretariat Komunitas Istana Guppy Solo di Talang Abang, Kabupaten Sukoharjo, atau tepatnya di selatan Konimex.

Anda pecinta ikan guppy? fans berat?? jangan mau kalah dengan Solo yang sudah melaksanakan pameran ikan guppy, Anda juga bisa dengan komunitas Anda, selamat mencoba dan semoga menjadi referensi Anda.

Kalau seorang Diva harus multitalenta, setidaknya bisa nyanyi atau akting. Tapi bedanya dengan ikan guppy, guppy bisa jadi Diva hanya dengan kecantikan dan ukuran badannya, semakin gendut semakin mahal (bedanya sama Diva, semakin gendut semakin ga laku hahaha). Mau bukti??










Buktinya di salah satu sumber bacaan Solo Jawa Tengah menjelaskan bahwa ikan guppy makin diminati oleh masyarakat khususnya penggemar ikan hias dan paling laris, sampai-sampai mengalahkan ikan cupang. Tidak hanya di Solo, namun juga beberapa daerah di luar Solo dan sekitarnya. Selain unik, ikan ini juga memiliki keindahan dibagian ekornya. Jadi tak ayal jika harga ikan ini terbilang cukup mahal.

"Ikan guppy ini warnanya bermacam-macam. Banyak dicari para penggemar ikan hias. Karena ikan jenis ini sangat cocok untuk dijadikan hiasan di dalam rumah,” ungkap Fajar, pedagang ikan hias di Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/10).

Dia mengaku, harga ikan guppy ini terbilang cukup mahal. Hal tersebut karena banyak masyarakat yang mencari ikan ini. Sebelumnya ikan jenis ini dijual dikisaran Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per ekor, kini naik menjadi Rp 5.000 sampai Rp 25.000 per ekor. Bahkan, ada yang mencapai jutaan rupiah.

"Yang membedakan harga jual ikan ini adalah jenis dan ukurannya. Ikan guppy ini memiliki beragam jenis, seperti green red dragon, blue grass, allbino full red, dan halfmoon,” sebut Fajar.

Fajar mengatakan, ikan hiasnya tersebut paling banyak dicari berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari anak-anak, dewasa dan bahkan orangtua.

"Ikan guppy ini mulai banyak dicari sejak maraknya aquascape yang kini banyak menjadi perbincangan masyarakat. Konsep alam liar di dalam akuarium membuat aquascape menjadi banyak disukai, karena memiliki nuansa keindahan di dalamnya,” pungkasnya.

Solo saja sudah jadi trend, gimana dengan kota Anda? Si mungil ini sudah jadi Diva belum?? 

Judulnya saja seperti nyanyian yang pernah hits ditahun 2015 ya.. lagu ini juga membuat ikan guppy semangat loh. Kenapa? karena mereka belajar bangkit, dari yang menjadi ikan liar hingga menjadi ikan miliaran.
Begini ceritanya..







Di Asia, guppy liar (wild guppy) pertama kali diperkenalkan di Singapura pada tahun 1930-an. Mulanya, ikan ini digunakan untuk mengontrol populasi nyamuk di daerah rawa hutan bakau (Herre,1940). Akhirnya, guppy liar terus berkembang biak di berbagai tempat umum, seperti di saluran air, got, sungai dan kanal (Johnson dan Soong, 1963), kalau sekarang mah mana bisa hidup tuh guppy. Hahaha
Entah karena kurang kerjaan atau gimana, sang penemu ini tidak sengaja melihat perkembangan nih ikan jadi banyak, karena perkawinan silang dengan guppy spesies lain, munculah spesies baru, sepertinya jaman dahulu juga sudah ada yang namanya trend kali yah, sehingga guppy yang dulu liar kini jadi guppy yang bisa jadi ikan hias.
Oh iya, nama tempat Asia pertama yang kenal sama ikan yang dulu liar ini adalah Singapura. Hingga sekarang Singapura pun tetap jadi tempat pencarian pertama untuk para pencari ikan guppy ini, misalnya saja bapak Paul Hahnel, seorang hobiis dan breeder guppy jempolan dari New York dikenal sebagai bapak guppy modern (bapak? jadi guppy bapaknya manusia,.. hahaha). Bapak ini juga berjulukan king of guppy (jadi sebenarnya Bapak apa Raja sih??) banyak menggunakan guppy Singapura untuk melahirkan guppy modern.

Jadi, ikan guppy juga dulu liar, sama seperti ikan lainnya, beruntungnya ada bapak-bapak yang secara ngga sengaja melihat perkembangan ikan ini sehingga menjadi cantik dan banyak, akhirnya di budidayakan. Dan akhirnya lagi jadi terkenal deh sampai sekarang.

Semoga bermanfaat.



Dipostingan sebelumnya, saya membahas tentang betina yang suka melarikan diri dari si jantan, lalu apa si jantan diam saja? Tentu saja tidak. Begini penjelasannya.


Bukan rahasia bahwa hewan jantan akan berusaha keras untuk mengejar betina dan dapat mengambil langkah-langkah ekstrem untuk berpegang pada dirinya bahkan jika kasih sayang mereka tak berbalas.

Para peneliti meneliti peran sepasang cakar di ujung gonopodium dari guppy jantan (Poecilia reticulata) - pada dasarnya yaitu penis ikan. Tetapi para ilmuwan Kanada telah menemukan bahwa ikan guppy jantan tampak tak berdosa terlihat pada bagian berkembang seperti duri pada penis si jantan untuk memaksa 'betina mau menerima' untuk reproduksi dengan itu.

Universitas penelitian Toronto menemukan bahwa cakar digunakan oleh ikan jantan untuk memasukkan sejumlah sperma ke betina yang menolak.  Ahli biologi evolusi percaya spesies telah berevolusi untuk mendapatkan keuntungan jantan dengan mengorbankan betina, terutama ketika kepentingan reproduksi mereka berbeda. Lucia Kwan di universitas mempelajari alat kelamin yang aneh pada ikan. Konflik seksual terjadi ketika kepentingan kebugaran jantan dan betina berbeda, yang berakar pada perbedaan ukuran telur dan  sperma.

Penelitian Ms Kwan menunjukkan guppy jantan tumbuh cakar pada alat kelamin untuk membuat lebih sulit bagi betina untuk kabur dan menutup diri saat reproduksi . Ms Kwan mengatakan: 'Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa cakar digunakan untuk meningkatkan mentransfer sperma ke betina yang menolak perreproduksi an. "

Seorang ilmuwan Kanada membedah beberapa alat kelamin guppy jantan untuk menyelidiki keuntungan relatif dari cakar untuk reproduksi dengan ‘betina yang menutup diri'. Dia membandingkan jumlah sperma ditransfer. 

Para ilmuwan menguji dua ide untuk fungsi cakar: satu untuk peran mereka dalam mengamankan sperma di tempat di ujung gonopodium sebelum dimasukkan ke dalam betina dan yang lainnya untuk menangkap betina untuk mau menerima atau tahan selama reproduksi untuk membantu sperma transfer.

Penelitian ini diterbitkan dalam Surat Biologi Royal Society.

Sumber




































































































































































































































Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.