Ikan guppy atau juga akrab disebut ikan gobi merupakan salah satu jenis ikan hias yang terbilang populer di tengah-tengah masyarakat saat ini. Bentuknya yang mungil, namun memiliki aneka warna ditubuh dan ekornya menjadi daya tarik tersendiri bagi jenis ikan ini.


Dengan keunikannya itu, tak heran jika ikan guppy ini merupakan salah satu jenis ikan hias yang paling banyak dicari. Ikan ini jadi incaran selain ikan hias yang sudah ada.

Begitu dituturkan oleh Andri, salah seorang pembudidaya ikan guppy yang berada di kawasan Jalan Pelajar Timur Ujung, tepatnya di Gang Kelapa,

Medan. "Di antara berbagai jenis ikan hias yang ada di toko, ikan guppy inilah yang bisa kita bilang adalah ikan hias yang paling laku," ungkapnya kepada MedanBisnis baru-baru ini di lokasi ternaknya.

Andri menjelaskan, jika dilihat dari keberadaan ikan hias, ikan guppy terbilang yang paling banyak dijual secara kuantitas (jumlah). Sehingga dengannya, permintaan oleh pemilik toko ikan hias pada ikan guppy ke peternaknya sangatlah tinggi.

Malah, sebanyak apapun yang dapat dihasilkan oleh peternaknya, toko penjual ikan hias rata-rata kata Andri sanggup untuk menampungnya. Hanya saja yang kerap terjadi justru si peternaklah yang tidak sanggup untuk memenuhinya.
"Kalau ikan guppy ini berapa pun yang kita jual habis saja.

Diminta pun dalam jumlah yang banyak. Hanya saja kita sebagai peternak yang kerap tidak sanggup memenuhinya," jelasnya.

Mengenai soal jumlah, terang Andri, sangkin dicarinya ikan ini dalam satu minggu, rata-rata habis terjual hingga sebanyak 3.000 ekor. Hal yang mustahil dapat terjadi apabila pada jenis ikan hias yang lainnya.

"Itulah jika kita lihat potensi dari ikan guppy ini. Apalagi, minat masyarakat padanya setelah booming hingga sekarang masih tetap stabil," katanya.

Pada ikan guppy ini, terang Andri, apabila untuk dikomersilkan memiliki dua jenis ikan yang berbeda. Pertama, katanya, adalah ikan guppy jenis berbagai persilangan, dan kedua adalah ikan guppy jenis genetik ikan murni.

Untuk ikan guppy jenis persilangan ini harganya memang tergolong relatif murah. Nilai jualnya berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 1.000 per ekor.
"Ikan guppy jenis inilah yang banyak diperjualbelikan di toko ikan hias. Dan peminatnya sangat banyak," ucapnya.

Sementara untuk ikan guppy jenis genetik ikan murni, seperti Blue Cobra, Green Moscow, Blue Moscow, hingga Yellow German dihargai sangat mahal untuk masing-masing pasangannya.

"Sepasangnya bisa sampai Rp 100.000 hingga Rp 200.000. Jadi memang sebetulnya bagi yang mengerti ikan guppy ini tergolong mahal," terangnya.

Namun bagi kelangsungan peternakan, pada ikan guppy ini justru jenis harga yang murahlah yang bisa dijadikan sandaran bagi perekonomian. Pasalnya, disamping harganya yang murah namun roda perputaran ekonominya jauh lebih cepat.

Hal berbeda apabila pada jenis ikan guppy varian yang murni tersebut. Mahalnya harga ikan membuat pembelinya harus berpikir dua kali untuk menempatkannya dalam aquarium.

Hanya mereka para penghobi dan calon pembudidaya saja yang berani merogoh kocek dalam untuk dapat memiliki ikan guppy dengan varian jenis murni tersebut. "Kalau hanya sekedar penikmat saja, ikan guppy persilanganlah yang jadi pilihannya. Karena harganya yang lebih murah," tuturnya.

Ikan guppy persilangan tersebut, dikatakan Andri, pada dasarnya adalah ikan dengan varian murni juga. Namun selanjutnya ia telah dikembangkan dengan genetika ikan guppy yang bermacam-macam.

Berbeda dengan ikan guppy genetika murni tadi. Meskipun telah melalui berbagai macam perkembangan, tetapi kemurnian genetika pada jenisnya tetap terjaga. Sehingga ia memiliki nilai jual yang lebih tinggi daripada genetika guppy persilangan.

"Itu makanya harganya bisa sangat mahal. Karena untuk mendapatkan kemurniannya ini sulit dan ikannya juga sangat jarang ditemukan," pungkasnya. (rozie winata)

Post a Comment

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.